|

Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu propinsi yang sangat potensial baik sumber daya alam, sumber daya manusia, pelaku ekonomi, realisasi ekspor non migas yang meningkat, serta sarana dan prasarana penunjang pengembangan
ekspor yang memadai seperti perbankan, pelabuhan, transportasi, pergudangan dan fasilitas produksi lainnya. Namun demikian, masih banyak permasalahan yang dihadapi terutama bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan eksportir pemula untuk ikut berperan dalam menghadapi persaingan pasar ekspor dewasa ini.
Namun demikian, masih banyak permasalahan yang dihadapi terutama bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan eksportir pemula untuk ikut berperan dalam menghadapi persaingan pasar ekspor dewasa ini. Oleh karena itu, strategi prioritas pembangunan ekonomi disektor industri dan perdagangan di Jawa Timur adalah meningkatkan peran UKM, meningkatkan ekspor non migas serta menigkatkan produktivitas dan revitalisasi industri.
Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu propinsi yang sangat potensial baik sumber daya alam, sumber daya manusia, pelaku ekonomi, realisasi ekspor non migas yang meningkat, serta sarana dan prasarana penunjang pengembangan ekspor yang memadai seperti perbankan, pelabuhan, transportasi, pergudangan dan fasilitas produksi lainnya. Namun demikian, masih banyak permasalahan yang dihadapi terutama bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan eksportir pemula untuk ikut berperan dalam menghadapi persaingan pasar ekspor dewasa ini.
Namun demikian, masih banyak permasalahan yang dihadapi terutama bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan eksportir pemula untuk ikut berperan dalam menghadapi persaingan pasar ekspor dewasa ini. Oleh karena itu, strategi prioritas pembangunan ekonomi disektor industri dan perdagangan di Jawa Timur adalah meningkatkan peran UKM, meningkatkan ekspor non migas serta menigkatkan produktivitas dan revitalisasi industri.
Dalam situasi seperti ini, untuk memperebutkan peluang-peluang pasar internasional secara maksimal, merupakan tantangan bagi dunia usaha Jawa Timur khususnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Oleh karena itu, perlu dipersiapkan kemampuan dan pengetahuan yang tangguh bagi eksportir dan UKM sebagai pelaku ekonomi untuk dipersiapkan dengan baik agar mampu memasuki kancah persaingan pasar global tersebut.
Departemen Perindustrian dan Perdagangan melalui Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) telah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur serta memperoleh bantuan sarana peralatan dan beberapa tenaga ahli dari Japan International Cooperation Agency (JICA), mendirikan Pusat Pelatihan dan Promosi Ekspor Daerah (P3ED) Jawa Timur atau Regional Export Training and Promotion Center (RETPC) of East Java Province di Surabaya. Secara organisasi lembaga ini dibawah pengendalian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.
Berbagai kegiatan pelatihan, seminar, promosi dan informasi ekspor serta konsultasi bisnis bagi dunia usaha khususnya UKM dibidang ekspor adalah salah satu upaya mengatasi kendala dan permasalahan dalam rangka pembenahan dan penyempurnaan manajemen perusahaan-perusahaan, sehingga dapat menentukan pilihan atau langkah-langkah strategi yang cepat, tepat dan akurat untuk merebut peluang pasar global.
Dengan berdirinya Pusat Pelatihan dan Promosi Ekspor Daerah (P3ED) Jawa Timur ini, saya berharap agar dunia usaha dapat memanfaatkan secara maksimal keberadaannya sebagai lembaga professional yang mampu menyelenggarakan kegiatan peningkatan kualitas sumber daya manusia dibidang ekspr. Selanjutnya kepada instansi dan lembaga terkait dalam pengembangan ekspor Jawa Timur diharapkan partisipasi aktif dalam upaya peningkatan dan pengembangan kinerja P3ED Jawa Timur dengan semangat kerjasama dengan kreativitas yang tinggi.
Selamat bekerja dan semoga sukses.
Surabaya, 24 September 2002
Gubernur Jawa Timur
IMAM UTOMO S

|